Translate

Senin, 28 Mei 2012

KUMPULAN HADITS


KATA PENGANTAR
            Dalam kegiatan belajar mengajar Al-qur’an Hadits, salah satu hal yang paling penting untuk dipelajari dan dilatih pada diri siswa adalah kemampuan menghafal ayat-ayat Al-qur’an dan hadits yang terdapat pada materi pelajaran yang sedang dipelajari. Untuk dapat menghafal ayat atau hadits tersebut butuh kesiapan dan buku penunjang agar siswa lebih mudah dalam mempelajari dan menghafal ayat atau hadits yang terdapat pada materi yang sedang dipelajari ataupun sebagai persiapan bagi pelajaran yang akan dipelajari pada kelas berikutnya.
                Dengan alasan itulah maka penulis mengumpulkan hadits-hadits Rosululloh SAW yang menjadi bahan pelajaran siswa Madrasah mulai kelas III – VI yang tiada lain sebagai upaya untuk membatu siswa dan guru dalam proses belajar mengajar untuk mencapai tujuan yang diinginkan serta bagi semua pihak yang ingn menambah pengetahuan tentang hadits-ahdits Rosululloh SAW.
                Dalam buku ini sengaja penulis batasi hanya pada hadits Rosululloh SAW saja, dengan tujuan agar apa yang dihafalkan siswa ataupun pengetahuan yang diperoleh setelah membaca buku ini adalah murni pengetahuan tentang hadits, sehingga  mudah memahaminya serta dapat menambah luasnya pengetahuan tentang hadits Rosululloh SAW.
                Menyadari kumpulan hadits-hadits dalam buku ini masih banyak kekurangan, maka saran yang bersifat membangun sangat kami  harapkan.





                                            Sukoanyar, 22 Juli 2012
                                                                                                                                                                                 Penyusun



                                                                                                                                                                 ZAENAL FANANI, S.PdI






DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
A. PENDAHULUAN
B. PENGERTIAN HADITS
C. PEMBUKUAN HADITS
D. MACAM-MACAM HADITS
KUMPULAN HADITS UNTUK PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI MADRASAH IBTIDAIYAH
Hadits Tentang Menghormati Orang Tua
Hadits Tentang Persaudaraan
Hadits Tentang Silaturrahmi
Hadits Tentang Menyayangi Anak Yatim
Hadits Tentang Taqwa
Hadits Tentang Sholat Jamaah
Hadits Tentang Ciri-ciri Orang Munafiq
Hadits Tentang Rajin Bekerja
Hadits Tentang Anjuran Bekerja
Hadits Tentang Keutamaan Memberi
Hadits Tentang Rajin Belajar
Hadits Tentang Kewajiban Menuntut Ilmu
Hadits Tentang Hukum Bagi Orang Yang Menyembunyikan Ilmu
Hadits Tentang Keuntungan Dermawan
Hadits Tentang Amal Yang Tidak Terputus
Hadits Tentang Ilmu Yang Bermanfaat
Hadits Tentang Kesabaran
Hadits Tentang Dengki
Hadits Tentang Kewjiban Orang Mukmin
Hadits Tentang Adab Bertetangga
Hadits Tentang Taubat
Penutup





A.  Pendahuluan
Allah menciptakan manusia tiada lain adalah dengan tujuan untuk mengabdi/beribadah kepada-Nya. Sebagaimana dalam firman-Nya dalam Al-qur’an Surat Adz-dzariyaat : 56
lpR~evã Cmvã p o:ã #^f5äip
      WAMAA KHOLAQTUL JINNA WAL INSA ILLA LIYA’BUDUUNI
      Artinya  : “ ..Dan tidaklalh Aku ciptakan Jin dan Manusia kecuali hanya untuk beribadah kepada-Ku (Allah).”
                  Beribadah adalah melakukan suatu perbuatan dengan dasar mengharap ridlo Allah. Ibadah ada dua macam yaitu : ibadah maghdhoh dan ibadah ghoiru maghdhoh. Ibadah maghdhoh adalah ibadah yang ada ketentuan tata cara tertentu yang harus dilaksanakan (sesuai dengan ketentuan dari Al-qur’an dan Hadits) berkaitan ibadah yang akan dilaksanakan, contoh : sholat, zakat, haji dan lain-lain. Sedangkan ibadah ghoiru maghdhoh adalah segala macam amal kebaikan yang kita lakukan dengan dasar mencari ridho Allah semata (ikhlas).
Sebagai wujud penghambaan kita kepada Allah, maka kita harus berusaha mengisi setiap kegiatan yang kita lakukan agar mempunyaiy nilai ibadah dan keikhlasan harus menjadi dasar setiap amal ibadah yang kita lakukan. Dalam melaksanakan setiap amal ibadah, satu hal yang harus kita perhatikan adalah ibadah kita itu harus sesuai dengan aturan yang ada dalam Al-qur’an dan Hadits Rosululloh SAW agar kita terhindar dari suatu amal ibadah yang keluar dari aturan yang benar (tersesat), sebagaimana Rosululloh SAW besabda :
ueqA< ÖnAp ufåä&aÀäjk&bBj% lü äi ãqfN% oeo}=iü kb~Y #a=% 9^e
Äceäi rãp<Å
LAQOD TAROKTU FIIKUM AMROINI LAN TADZILLU MAA I TAMASSAKTUM BIHIMA, KITAABALLOHI WASUNNATI ROSUULIHI (Rowahul Maalik)
      Artinya :“Sungguh telah saya tinggalkan untukmu dua hal, tidak sekali-kali kamu sesat selama kamu berpegang kepadanya, yakni Kitabulloh dan Sunnah Rosul-Nya.” (HR. Malki)
                  Dari keterangan di atas, dapat diketahui bahwa dalam hidup ini kita harus mengisinya dengan ibadah, yangmana ibadah tersebut harus sesuai dengan aturan yang ada dan tidak bertentangan dengan Al-qur’an dan Sunnah Rosululloh SAW. Sehingga amal ibadah kta tergolong amal ibadah yang selamat dan diterima oleh Allah SWT. Baik buruknya suatu amal ibadah seseorang tergantung dengan niatnya, Rosululloh SAW bersabda :
ÄkfBip|<ä6çeã rãp<Å $ä~nædäjQ öãäjmã
      INNAMAL A’ MAALU BIN NIYAATI (Rowahul Bukhori wa Muslim)
      Artinya : “ Segala amal itu mengikuti niat (orang yang meniatkan).” (HR. Bukhari dan Muslim)
                  Dengan niat inilah amal akan dinilai, apakah perbuatan kita tergolong amal yang baik atau amal yang buruk, yang kesemuanya itu nanti kita pasti akan menemukan balasannya diakhirat kelak.
B.  Ta’rif Hadits
                  Hadits menurut bahasa ialah “ baharu” dan juga mempunyai arti khobar. Sedangkan menurut istilah dalam ilmu hadits ialah sebagai berikut :
Al hadits ialah apa saja yang disandarkan kepada Nabi Muhammad saw., baik berupa perkataan, perbutan, taqrir ataupun lain sebagainya.(Ust. Dja’far Amir 1979: 10)
Contoh :
1.    Perkataan Nabi Muhammad saw. (qouliyah)
Ä|9iQeãrãp<Å u~nR}väi ua=% x=Uã hwAü oB1oi
Artinya: Setengah dari kebaikan Islamnya seseorang ialah meninggalkan sesuatu yang tidak memberi manfaat kepadanya (HR. Turmudzi)
2.    Perbuatan Nabi Muhammad saw.
ÄceäioQkfBUãp|<ä6çeã rãp<ÅéfIüémqj&}ü<äja ãqfI
Artinya :  Sholatlah kalian sebagaimana kamu melihat aku sholat (HR. Buhkori dan Muslim)
                       
  1. Taqrir Nabi Muhammad saw.
Taqrir adalah membenarkan (tidak mengingkari) sesuatu yang diperbuat oleh seseorang sahabat di hadapan Nabi Muhammad saw, atau diberitakan kepada beliau, lalu beliau tidak melarang atau menyalahkan serta menunjukkan bahwa beliau menyetujuinya.
Seperti taqrir Nabi terhadap Kholid bin Walid yang makan biawak di hadapan Nabi Muhammad saw., ternyata beliau tidak melarangnya
      Dengan hadits ini kita bisa mengetahui tata cara sholat, zakat, haji, bergaul dengan sesama muslim maupun non muslim. Sehingga kalau kita ingin mengamalkan semua perintah Allah SWT di dalam Al-qur’an, maka kita mencontoh atau meneladani akhlak Rosululloh SAW yang kesemuanya itu tercantum dalam Hadits Rosullulloh SAW.
            Dalam sebuah hadits, ada bagian-bagian hadits yang perlu dipahami yaitu : matan, sanad dan rowi..
·         Matan ialah perkataan (bunyi hadits) yang diriwayatkan oleh seorang rowi.
·         Sanad menurut bahasa adalah sandaran, sedangkan menurut istilah ialah jalan yang menghubungkan antara rowi dengan matan hadits, contoh : Abu Hurairoh, Abu Dzar, Abdullah ibnu Mas’ud, dll. Tegasnya sanad adalah pertalian yang menghubungkan antara Rowi dengan matan hadits hingga sampai kepada Rosululloh SAW. Sanad disebut juga isnad
·         Rowi adalah orang yang meriwayatkan Hadits, contoh : Imam Bukhari, Imam Muslim, Turmudzi, An nasai, Abu Dawud, dll.
      Untuk lebih mudah dalam memahaminya lihatlah contoh berikut :
dä] kfAp u~fQ ufeãéfI ufdqA<lãìáunQufeãéM<ceäioæãCoQ
uj1< gJ~fY r=) ãò ue ýBn} pã u]>< ò ue ÌBç} lã r=Aoi
Sanad    : Anas bin Malik
      Matan    : uj1< gJ~fY r=) ãò ue ýBn} pã u]>< ò ue ÌBç} lã r=Aoi
Rowi         :
C. Penuliasan dan Pembukuan Hadits
Tetapi kemudian beliau bersabda:
<änoir9R^iüqç&~fYã9jR&iéfQå;aoipÀ,=1vpénQãq)91p
Artinya : “ dan ceritakanlah dari padaku. Tidak ada keberatan anda ceritakan apa yang anda dengar daripadaku. Barangsiapa berdusta terhadap diriku (membuat kedustaan, padahal aku tidak mengatakannya), hendaklah dia bersedia menempati kediamannya di neraka.”
Dengan adanya sabda beliau ini tidak menghalangi beberapa sahabat menulis hadits walaupun dengan cara tidak resmi. Sebagai contoh sahabat Abdullah ibn Amer ibn Ash mempunyai tulisan yang dinamakan “Ash Shadiqoh”. Hal ini sempat diketahui oleh sebagian sahabat, kemudian melaporkan hal tersebut kepada Rosululloh. Mengetahui hal ini  beliau menjawab :
_1vãéjYoi,=5äiÀr9~æéBZm|;eqYÀénQè&aã
Artinya : “ tulislah apa yang anda dengar daripadaku, demi Tuhan yang jiwaku berada ditangan-Nya, tidak keluar dari mulutku selain kebenaran.”
Tegasnya, menurut kebanyakan ulama’ tidak ada pertentangan antara larangan menulis hadits dan keizinannya. Larangan menulis hadits berlaku secara umum dalam arti pembukuan resmi sebagaimana Al qur’an, dan keizinan dalam penulisan diberikan kepada mereka yang menulis sunnah untuk diri sendiri.
Dalam perkembangan berikutnya, setelah Rosululloh SAW wafat dan pembukuan Al qur’an telah resmi dilakukan, banyak sahabat yang melakukan perlawatan ke sebuah kota untuk mencari hadits yang belum pernah didengarnya. Dengan sangat hati-hati mereka memilih mana hadis yang asli dan mana yang bukan, sehingga terkenallah beberapa sahabat dengan julukan bendaharawan hadits dan masa itu, kebanyakan hadits masih tersebar dari mulut ke mulut dengan kata lain para sahabat masih mengandalkan kekuatan hafalannya.
Setelah Umar bin Abdul Aziz dinobatkan sebagai kholifah yaitu tahun 99 H, maka pembukuan hadits mulai resmi dilakukan karena beliau khawatir semakin lama hadits akan lenyap seiring dengan meninggalnya para bendaharawan hadits. Berkaitan dengan kondisi tersebut, beliau mengirim surat kepada para gubernur untuk membukukan hadits dari para ulama’. Sehingga mulai saat itu para ulama’ berlomba-lomba untuk mencari dan membukukan hadits dengan cara dan metode masing-masing untuk memilih hadits yang benar-benar dari Rosululloh. Kegiatan memilih ini dilakukan karena telah sekian lama hadits diriwayatkan dari mulut ke mulut dengan mengandalkan kekuatan hafalan dan sedikit sekali tulisan hadits yang ditemukan. Dengan latar belakang yang demikian itu maka terdapat bermacam-macam nama atau istilah hadits jika dilihat dari segi sanad, matan dan rowinya.
C.  Macam-Macam Hadits
Dilihat dari segi matan, sanad dan rowi, maka ada beberapa nama atau istilah hadits, antara lain :
Ditinjau dari segi banyak atau sedikitnya yang meriwayatkan hadits, dibagi menjadi dua bagian yaitu :
1. Mutawatir
2. Ahad
Hadits Ahad yang tidak mutawatir bila ditinjau dari segi banyaknya rowi dibagi menjadi tiga bagian yaitu :
1. Hadits Masyhur
2. Hadits ‘Aziz
3. Hadits Gharib
Ditinjau dari segi diterima atau tidaknya (maqbul atau mardudnya) dibagi menjadi tiga bagian, yaitu :
Maqbul/diterima
 
1. Hadits Shahih
Mardud/ditolak. Tidak boleh dijadikan hujjah
 
2. Hadits Hasan
3. Hadits Dlo’if
Bilamana ditinjau dari segi “sanad”, kepada siapa itu disandarkan, maka terdapatlah tiga istilah, yaitu :
1. Hadits Marfu’
2. Hadits Mauquf
3. Hadits Maqthu’
Bila diitinjau dari segi sanadnya apakah keadaannya bersambung atau tidak yaitu :
1. Kalau sanadnya bersambung disebut maushul.
2. Kalau sanadnya terputus disebut munqothi’.
1)    Hadits Mutawatir
Hadits mutawatir adalah hadits yang diriwayatkan oleh orang yang banyak (sepuluh orang /lebih) tentang sesuatu (dari nabi) yang dirasa tidak mungkin mereka terjatuh kedalam kebohongan, karena banyaknya orang yang meriwayatkan hadits.
Hadits mutawatir dibagi menjadi dua yaitu :
a. mutawatir lafalnya (bunyinya sama)
b. mutawatir maknanya (maknanya sama)

2)        Hadits Ahad
Hadits ahad ialah hadits yang tidak memenuhi syarat mutawatir
3)    Hadits Masyhur/ Mustafidl
Hadits Masyhur adalah hadits yang mempunyai sanad terbatas. Masyhur artinya terkenal dan tersiar. Dinamakan masyhur karena hadits tersebut telah terkenal dikalangan ulama’ ahli hadits.
4)    Hadits Aziz
Haditas ‘Aziz adalah hadits yang diriwayatkan oleh dua orang sekalipun dalam satu tingkatan saja.
5)    Hadits Ghorib
Hadits yang diriwayatkan oleh hanya satu orang rowi saja.
6)    Hadits Shahih
   Hadits shahih adalah hadits yang bersambung sanadnya, diriwayatkan oleh orang yang adil (tidak fasiq) dan dlobith (kuat hafalannya) dari orang yang adil dan dlobith pula, tidak syadz dan tidak ada illatnya.
Syarat hadits disebut shahih
·         Sanadnya bersambung (muttasil)
·         Orang yang meriwayatkan ‘adil yakni tidak suka melanggar larangan syara’
·         Hadits tadi tidak syadz (tidak bertentangan dengan dalil yang lebih kuat yaitu Al-qur’an atau hadits mutawatir)
·         Tidak ada illat/cacat didalamnya
7)    Hadits Hasan
Hadits hasan adalah hadits yang sanadnya bersambung, diriwayatkan oleh orang yang adil, yang kurang kuathafalannya (kurang dlobith sedikit), tidak syadz dan tidak ada illatnya
8)        Hadits Dlo’if/lemah
Hadits dlo’if adalah hadits yang tidak terkumpul didalamnya sifat-sifat hadits hasan, lebih-lebih dari sifat hadits shahih.
9)    Al  Musnad
Hadits musnad adalah hadits yang disandarkan kepada Nabi Muhammad saw. Baik berupa perkataan maupun perbuatan yang sanadnya bersambung
10)  Al  Marfu’
Hadits marfu’ adalah hadits yang disandarkan kepada Nabi Muhammad saw., baik berupa perkataan perbuatan, taqrir maupun sifat-sifat beliau, baik penyandaran tadi secara jelas atau tidak jelas yakni hanya dalam hukumnya saja.
11)  Al  Mauquf
Hadits Mauquf adalah suatu yang disandarkan kepada sahabat baik perkataan, perbutan atau sesamanya. Para Ulama’ Khurasan manamainya dengan Atsar
12) Hadits Maqthu’
Adalah segala sesuatu yang datang dari tabi’y yang tidak marfu’.
Jadi kalau mauquf adalah kata-kata dan sebagainya yang disandarkan kepada sahabat, kalau maqthu’ kata-kata dan sebagainya yang  disandarkan kepada tabi’y
13) Hadits Al Maushul
Hadits maushul adalah hadits yang sanadnya bersambung, tidak terputus, artinya rowinya tidak ada yang gugur atau tidak disebut sehingga betul-betul sanadnya bersambung, baik hadits tadi marfu’ kepada nabi atau mauquf kepada salah seorang sahabat -asalkan sanadnya bersambung- disebut “maushul” dan boleh juga kita sebut muttashil.
14)  Al Munqathi’
Hadits munqothi’ adalah hadits yang sanadnya terputus, karena ada salah seorang rowi atau sahabat yang tidak disebut.
15)  Hadits Al Mu’dlal
Hadits mu’dlal adalah hadits yang dalam sanadnya ada dua orang rowi atau lebih yang tidak disebut secara berturut-turut.
16)  Hadits Al Mursal
Hadits mursal adalah hadits yang diriwayatkan oleh seorang tabi’y dari Nabi Muhammad saw., tanpa menyebut siapa yang menyampaikan hadits itu kepadanya.
17)  Hadits Al Muallaq
Hadits mursal adalah hadits yang diriwayatkan oleh seorang sahabat dari Nabi Muhammad saw., padahal setelah diselidiki ternyata ia tidak mendengar sendiri dari beliau.
18)  Hadits Al Mudallas
Mudallas artinya” yang disembunyikan” atau “yang ditutupi”. Mudallas ada dua yaitu mudallas isnad (sanadnya) mudallas syuyukh (guru-gurunya)
Hadis mudallas adalah hadits yang diriwayatkan oleh seorang rowii dari orang yang dia bisa mendengarnya lantaran semasa atau pernah bertemu seolah-olah ia bertemu dan mendengarnya, padahal sebenarnya ia tidak mendengarnya dari orang tersebut, melainkan mendengarnya dari orang lain, sehingga orang mengira bahwa ia bear-benar mendengar dari orang yang dikatakannya itu (mudallas isnad). Sedangkan mudallas syuyukh adalah meriwayatkan hadits dengan menyebut gurunya. Hadits ini tidak dapat dijadikan hujjah
19)  Hadits Syadz dan Mahfudh
Hadits syadz merupakan kebalikan dari hadits mahfudh.
Hadits syadz atau hadits mahfudz adalah hadits yang diriwayatkan oleh seorang rowi yang terpercaya, tetapi menyelisihi hadits yang lebih kuat, baik yang menyelisihi tadi dengan manambah atau mengurangi didalam sanad atau didalam matan.
20)  Hadits Mungkaar dan Ma’ruf
Hadits yang mungkar adalah hadits yang diriwayatkan oleh orang yang lemah yang menyelisihi riwayat orang yang terpercaya yang kuat, maka yang lenah disebut mungkar dan yang kuat disebut makruf.
21)  Hadits Al Matruk
Hadits matruk adalah termasuk hadits yang tertolak, yaitu hadits yang diriwayatkan oleh rowi yang telah jatuh dalam pandangan Ulama’ ahli hadits, disebabkan diketahui berbohong atau suka melanffar larangan syara’ dengan terang-terangan, pelupa dan sebagainya.
22)  Hadits Maudlu’
Hadits maudlu’ adalah hadits palsu. Ada beberapa cara mengetahui hadits maudlu’ antara lain :
·         Adakalanya atas pengakuan rowi sendiri
·         Dari penjelasan-penjelasan yang berkaitan dengan kemaudluan, misalnya,  sejarah
·         Atau dari perihal keadaan rowi
·         Hadits tersebut berlawanan dengan nash alqur’an, hadits mutawatir, atau ijma’ qoth’i atau akal sehat
·         Kadang-kadang hadits maudlu’ itu kata-katanya sendiri, kadang-kadang dari kata-kata ulama’ shalih, hukama’ dll.
·         Dan hadits-hadits yang lain yang oleh ulama’ ahli hadits dianggap maudlu’/palsu
23)  Hadits Maqlub
Maqlub artinya terbalik atau tertukar (yang ditukar). Hadits maqlub adalah hadits yang didalamnya terdapat sesuatu yang dibalik atau ditukar, terbolak balik atau tertukar. Terbalik adakalanya dalam matan dan adakalanya dalam sanad



















BEBERAPA HADITS NABI SAW
UNTUK PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
DI MADRASAH IBTIDAIYAH


 
k~1=eãoM=eãufeãkBæ
Dengan  menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang
Hadits Tentang Menghormati Orang Tua
u~fQ ufeãéfI éçnoQÀunQufeãéM<HäReãoæp =jQoæ uf9çQoQ
o}9e ãqeã Ì6Aò ufÌ6Ap o}9e ãqeãäM<ò ufeãäM< á dä] kfAp
Äé^t~çeã rãp<Å
‘AN ‘BDILLAH IBNI UMAR WABNIL ‘AS RODLIYALLOHU ‘ANHU, ‘ANIN NABI SHOLLOLLOHU ‘ALAIHI WASALLAM QOOLA: RIDHOLLOOHI FI RIDHOL WALIDAINI WA SUHTULLOHI FI SUHTIL WALIDAIN
Artinya :   Dari Abdullah bin Umar bin Ash r.a. dari Nabi SAW bersabda : “ Keridloan Allah terletak pada keridloan kedua orang tua, kemurkan Allah terletak kepada kemurkaan  kedua orang tua.” (HR. Baihaqi)
Hadits Tentang Persaudaraan
oiÒjeãá kfApu~fQufeãéfIufdqA< dädä]unQufeãéM< Õ=}=s+ãoQ
Äu~fQ_Z&iÅ uRæäGæcçEp äNRæ uNRæ9F}lä~nçeäa oiÒjfe
‘AN ABII HUROIROTA RODLIYALLOHU ‘ANHU QOOLA : QOOLA ROSULULLOHI SAW. AL MUKMINU LIL MUKMINI KAL BUNYANI YASUDDU BA’DHUHU BA’DZAN WASYABBAKA BAINA ASHOO BI ’AHU (Mutafaqun ‘alaih)
Artinya :  Dari Abi Hurairoh r.a. berkata, Rosululloh SAW. Bersabda : “ Orang mukmin terhadap orang mukmin lainnya laksana suatu bangunan, sebagiannya memperkokoh sebagian yang lain dan beliau merapatkan jari-jemarinya.”
(HR. Muslim)
Hadits Tentang Silaturrohmi
k~1=ÖfI oi äæãq) g.Qã ÖnB1oi äi  kfAp u~fQ ufeãéfI ufdqA< dä]
ò =59} äi Si ä~m9ò Öæq^Reã uç1äJe ufg.R} lã<9-ãèm: oi äip
íík~1=SË]p éVçeãoi Õ=5vã
QOOLA ROSULULLOHU SHOLLOLLOHU ‘ALIHI WASALLAM : MAA MIN KHASANATIN A’JALU TSAWAABAN MIN SILATIR ROHIIMI, WAMAA MIN DZAM BIN AJDARU AY YU’AJJILALLOHU LISHOO HIBIHIL ‘UQUUBATA FID DUNYAA MA ‘A MAA YUDDAKHORU FIL AAKHIROTI MINAL BAGHYI WAQOT ‘IR ROKHIIMI
Artinya :  Dari Rosululloh SAW. Bersabda :” tidak ada perbuatan baik yang lebih cepat pahalanya dari pada mempererat tali silaturrahmi. Dan tidak ada dosa yang lebih pantas disegerakan siksaannya di dunia disamping siksaan di akhirat melebihi berbuat aniaya dan memutuskan tali persaudaraan.
r=Aoi dä] kfAp u~fQ ufeãéfI uf dqA<lãìáunQufeãéM<ceäioæãCoQ
ííÄ|<ä6çeãrãp<Å uj1< gJ~fY r=) ãò ue ýBn} pã u]>< ò ue ÌBç} lã
‘AN ANASIBNI MAALIK RODLIYALLOHU ‘ANHU, ANNA ROSULALLOHI SHOLLOLLOHU ‘ALAIHI WASALLAM QOOLA : MAN SARROHU AY YUBSATHO LAHU FII RIZQIHI AU YUN SA A LAHU FII ATSARIHI FAL YASHIL ROKHIMAHU (Rowahul Bukhori)
Artinya : Dari Anas bin Malik r.a. sesungguhnya Rosululloh SAW bersabda : “ Barang siapa yang ingin dillapangkan rizqinya atau dipanjangkan umurnya maka sambunglah silaturrohmi.” (HR. Bukhari)

Hadits Tentang Menyayangi Anak Yatim
- ;bs - Ön:ãò k~&~eãgYäap ämã dä]á dä]unQufeãéM< 9RAoægtAoQ
Ä|<ä6çeãrãp<Å äjtn~æ  ,=YpéËAqeãp  ÖæäçBæ<äEãpã 
‘AN SAHLIBNI SA’DIN RODLIYALLOHU ‘ANHU QOOLA : ANAA WAKAAFILUL YATIIMI FIL JANNAH HAAKADZAA WA ASYAAROO BIS SABAABATI WAL WUSTHOO WAFARROJA BAINAHUMA (Rowahul Buhkori)
Artinya :  Dari Sahal bil Sa’id r.a. Rosululloh SAW bersabda:” Saya dan orang yang memelihara anak yatim di dalam surga seperti ini, dan beliau memberi isyarat dengan jari telunjuk dan jari tengah serta meregangkan antara keduanya.” (HR. Bukhari)

Hadits Tentang Taqwa
uf_%ãìá kfAp u~fQ ufeã éfI ufdqA< dä] á dä] unQ uféM<<:éæãoQ
Ä|;iQeã rãp<Å oB1_f6æ @än_eä5p ät2j% ÖnB<ã Öz~B%ãp #na
‘AN ABII DZARRIN RODLIYALLOHU ‘ANHU QOOLA : QOOLA ROSUULULLOHI SAW. : ITTAQILLAAHA KHAITSUMAA KUNTA WA ATBI ’IS SAYYIATA TAMKHUHAA WA HOOLIQIN NAASA BI HULUQIN KHSANIN (Rowahul Bukhori)
Artinya : Dari Abu Dzar r.a. diterangkan bahwa Rosululloh saw bersabda “ Bertaqwalah kamu kepada Allah dimanapun kamu berada, sertailah perbuatan yang buruk itu dengan perbuatan yang baik, niscaya menghapusnya, dan pergaulilah manusia itu dengan akhlak yang baik. (HR. Turmudzi)

Hadits Tentang Sholat Berjamaah
ÕwI ìá dä]kfAp u~fQ uf$I ufdqA<lã ÀunQ uféM< =jQ oæã oQ
ÄkfBip|<ä6çeãrãp<Å Ö-<8 o}=FQp SçBæ 9Zeã ÕwI oi gNYã ÖQäj:ã

 ‘ANIBNI UMAR RODLIYALLOHU 'ANHU, ANNA ROSULALLOHU SHOLLALLOHU 'ALAIHI WASALLAM QOOLA : SHOLATUL JAMAA ‘ATI AFDHOLU MIN SHOLAATIL FADDI BISAB ‘IN WA ‘ISRIINA DAROJAH (Rowahul Bukhori wa Muslim)
Artinya : Dari Ibnu Umar r.a. diterangkan bahwasannya Rosululloh saw bersabda : “ Sholat jamaah itu lebih utama dari pada sholat sendirian dengan pahala 27 derajat.” (HR. Bukhari dan Musalim)



Hadits Tentang
Perintah Mengikuti (taat/meneladani) Rosululloh

ã:ýY kfAp u~fQ ufeã éfI ufdqA< dä] á dä] unQ uféM<Õ=}=séæãoQ
Äu~fQ _Z&iÅ rp;6Ykb%= ã:üp rqçn&-äYÔ~EoQ kb&~tm
‘AN ABII HUROIROTA RODLIYALLOHU 'ANHU QOOLA : QOOLA ROSULULLOHI SHOLLALLOHU 'ALAIHI WASALLAM FAIDZAA NAHAITUKUM ‘AN SYAI IN FAJ TANIBUU HU, WA IDZAA AMARTUKUM FAKHUDZUUHU (Mutafaqun ‘alaih)
Artinya : “ Dari Abu Hursiroh ra. Berkata ; besabda Rosululloh SAW,” apabila aku melarang kalian tentang sesuatu maka jauhilah dan apabila aku memerintahkan sesuatu kepada kalian maka laksanakanlah.” (HR. Mutafaqun ‘alaih)

Hadits Tentang Ciri-Ciri Orang Munafik
ádä] kfAp u~fQ ufeãéfI ufdqA< lã ÀunQufeãéM< Õ=}=s éæã oQ
lä5 oj%Ñã ã: ü p [f5ã 9Qp ã: ü pÀå;a (91ã:ãìá (w) _Yänjeã Ö} ã
Äu~fQ_Z&i rãp<Å
‘AN ABII HUROIROTA RODLIYALLOHU 'ANHU, ANNA ROSULALLOHI SHOLLALLOHU 'ALAIHI WASALLAM QOOLA : AAYATUL MUNAAFIQI TSALAATSUN : IDZAA HADDATSA KADZABA, WAIDZAA WA’ADA AKHLAFA, WAIDA’  TUMINA KHOONA (Rowahul Mutafaqun ‘alaih)
Artinya : Dari Abu Hurairoh r.a. sesungguhnya Rosululloh SAW. bersabda : ” Tanda-tanda orang munafik itu ada tiga. Apabila berbicara berdusta, apabila berjanji mengingkari, apabila dipercaya berkhianat.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadits Tentang Rajin Bekerja

uRnj}pã u~ËR~Y ã91üdýB}lüoi ue R5r=tÎ$Q Öi?1ka9 èË&C lýe
ÄkfBi p |<ä6çeãrãp<Å
LA AY YAHTATHIBA AHADUKUM HUZMATAN ‘ALAA DZOHRIHI KHOIRUN LAHU MIN AY YAS ALA AHADAN FAYU’THIIHI AU YAMNA ’UHU (Rowahul Bukhori wa Muslim)
Artinya  : Dari Abu Hurairoh r.a. berkata Rosululloh SAW. Bersabda, “ Sesungguhnya seandainya salah seorang diantara kalian mencari kayu bakar dan memikul ikatan kayu itu, maka itu lebih baik dari pada ia meminta-minta kepada sesorang, baik itu memberinya atau tidak” . (HR. Bukhari)
Anjuran Bekerja
Ä =jQoæãoQ 3=çËeã rãp<Å X=&2UãoiÒUã è2}ufeãlã
INNALLOOHA YUHIBBUL MU’ MINAL MUHTARIFA (Rowahul Thobroni ‘an Ibnu Umar)
Artinya : Sesungguhnya Allah mencintai seorang mukmin yang mempunyai mata pencaharian. (HR. Thabrani dari Umar)

Haditas Tentang Keutamaan Memberi
oi R5ä~fReã9~eã ádä]kfApu~fQuf$IufdqA< lã unQufeãéM<=jQoæãoQ
ÄkfBip|<ä6çeãrãp<Å  ÖfyäBéséfZBp Ö^ZUãésä~fReã9~eãpéfZB9~eã
‘ANIBNI UMAR RODLIYALLOHU 'ANHU, ANNA ROSULALLOHI SHOLLALLOHU 'ALAIHI WASALLAM QOOLA : AL YADUL ‘ULYA KHORUM MINAL YADIS SUFLA, WAL YADUL ‘ULYA HIYAL MUNFIQOTU WAS SUFLAA HIYAS SAA ILATU (Rowahul Bukhori wa Muslim)
Artinya : Dari Ibnu Umar r.a. sesungguhnya Rosululloh SAW bersabda : Tangan yang di atas lebih baik daripada tangan yang di bawah, dan tangan yang diatas itu adalah yang memberi dan tangan yang di bawah itu adalah yang menerima.” (HR. Bukhari danMuslim)


Hadits Tentang Rajin Bekerja
91ã ga ãäi dä]kfApu~fQuf$IufdqA<oQunQufeãéM< hã9^jeãoQ
Ä|<ä6çeã rãp<Å r9} gjQoi ga ý} lãoiR5Ì] äi ä
‘ANIL MIQDAM RODLIYALLOHU 'ANHU ‘AN ROSULILLAHI SHOLLALLOHU 'ALAIHI WASALLAM QOOLA MAA AKALA AHADAN THO’AAMAN QOTH THUN KHOIRUN MIN AY YA’ KULA MIN ‘AMALI YADIHI (Rowahul Bukhori)
Artinya :    Dari Miqdam r.a. dari Rosululloh SAW. Bersabda “ Tidaklah seorang itu memakan sepotong makanan yang lebih baik dari makanan hasil kerja tangannya”. (HR. Bukhari)

Hadits Tentang Rajin Belajar
u~YCj&f}ä^}=ÊcfAoi kfApu~fQuf$IufdqA< dä]ádä]Õ=}=s+ãoQ
ÄkfBirãp<Å Ön:ãéeãä^}=ÊueufgtAäjfQ
 ‘AN ABII HUROIROTA RODLIYALLOHU 'ANHU QOOLA : QOOLA ROSULULLOHI SHOLLALLOHU 'ALAIHI WASALLAM : MAN SALAKA THORIIQON YALTAMISU FIIHI ‘ILMAN SAHHALALLOHU LAKU THORIIQON ILAL JANNAH (Rowahul Muslim)
Artinya :   Dari Abu Hurairoh berkata, Rosululoh SAW. Bersabda “ Barang siapa menempuh suatu jalan (bepergian dengan maksud) untuk mencari ilmu, niscaya Allah akan memudahkan jalannya ke surga.” (HR. Muslim)
Hadits Tentang Kewajiban Menuntut Ilmu
ÖN}=Y kfReãèfÊkfAp u~fQ uf$IufdqA< dä]ádä]ceäioæãCoQ
 Äu-äioæãrãp<Å  ÖjfBipkfBigaéfQ
‘AN ANAS IBNI MAALIK QOOLA : QOOLA ROSULULLOHU SHOLLALLOHU 'ALAIHI WASALLAM : THOLABUL ‘ILMI FARIIDHOTUN ‘ALAA KULLI MUSLIMIN WAMUSLIMATIN (Rowahu Ibnu Majjah)
Artinya : Dari Anas bin Malik berkata, Rosululloh SAW. Bersabda : “ Menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslimin dan muslimat.” (HR. Ibnu Majjah)

Hadits Tentang
Hukuman Bagi Orang Yang Menyembunyikan Ilmunya
uj&bYkfQ oQgzAoi kfApu~fQuf$IufdqA<dä]Àdä] Õ=}=s+ãoQ
Ä|9iQeã rãp<Å   <änoi hä. Öj~^eã hq}k.eã
 ‘AN ABII HUROIROTA RODLIYALLOHU 'ANHU QOOLA : QOOLA ROSULULLOHI SHOLLALLOHU 'ALAIHI WASALLAM : MAN SU ILA ‘AN ‘ILMIN FAKATAMAHUL JIMA YAUMAL QIYAAMATI BILIJAAMIM MINAN NAAR (Rowahut Thobroni)
Artinya : Dari Abu Hurairoh r.a., Rosululloh SAW bersabda :“ Barang  siapa ditanya tentang suatu ilmu, kemudian ia menyembunyikannya, maka pada hari kiamat akan dikendalikan mulutnya dengan tali kendali (yang terbuat) dari api (neraka).”(HR. Turmudzi)

Hadits Tentang Dermawan dan Bakhil
@änoi å=]ufoiè}=]é6Beã dä]kfApu~fQuf$IéçnoQÕ=}=s+ãoQ
 Ön:ãoi9~Ræ@änoi9~Ræufoi 9~Ræg~6çeãp <änoi9~Ræ Ön:ãoiè}=]
Ä9Mãrãp<Å <änoi è}=]
‘AN ABII HUROIROTA RODLIYALLOHU 'ANHU ‘ANIN NABIYYI SHOLLALLOHU 'ALAIHI WASALLAM QOOLA : AS SAKHIYYU QORIIBUM MINALLOH QORIIBUM MINAN NAAS QORIIBUM MINAL JANNAH BA’IIDUM MINAN NAAR, WAL BAKHIILU BA’IIDUM MINALLOH BA’IIDUM MINAN NAAS BA’IIDUM MINAL JANNAH QORIIBUM MINAN NAAR (Rowahu Ahmad)
Artinya : Dari Abu Hurairoh r.a. dari Nabi SAW. Bersabda “ Orang yang dermawan (pemurah) itu dekat kepada Allah, dekat kepada manusia, dekat kepada surga, jauh dari api neraka. Orang yang kikir itu jauh dari Allah, jauh dari manusia, jauh dari surga, dan dekat dari api neraka.” (HR. Ahmad)
Hadits Tentang Amal Sholeh
h8ãoæã$äiã:ü á kfApu~fQufeãéfIufdqA< dä]unQufeãéM< Õ=}=s+ãoQ
ueqQ9} 3eäI9ep pã SZ&n} kfQpã Ö}<ä- Ö]9Iìá (w)oivãufjQ SË^mã
ÄkfBirãp<Å
‘AN ABII HUROIROTA RODLIYALLOHU 'ANHU QOOLA ROSULULLOHI SHOLLALLOHU 'ALAIHI WASALLAM : IDZAA MAATAB NU AADAMA IN QOTHO A ‘AMALUHU ILLA MIN TSALAATSIN : SHODAQOTIN JAARIYATIN AU ‘ILMIN YUNTAFA U BIHI AW  WALADIN SHOOLOHIN YAD  ‘UU LAHU (Rowahu Muslim)
 Artinya : Dari Abu Hurairoh r.a. bersabda Rosululloh SAW. : “ Apabila Anak Adam itu meninggal dunia, maka terputuslah amalnya, kecuali tiga perkara, yaitu :  shodaqoh jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak sholeh yang mendo’akan orang tuanya.” (HR. Muslim)


Ilmu yang Bermanfaat
Äk~Rmqæãrp<Å gjR}vZkfQ oUg}ppkfR}voUg}p
WAILUL LIMAN LAA YA’ LAMU, WA WAILUL LIMAN ‘ALIMA TSUMMA LAA YA’ MALU (Rowahu Abu Na’im)
Arrtinya : “ Celakalah bagi orang yang tidak berilmu, dan celakalah bagi orang yang berilmu tetapi tidak mengamalkannya.” (HR. Abu Naim)
Hadits Tentang
Akibat Tidak Mendo’akan Kedua Orang Tua
Äkf}9eãrãp<Å \>=unQ SË^n} umýY o}9eãqfe xäQ99çReã!=%ã:ü
IDZAA TAROKAL ‘ABDUD DU ‘AA A LIL WAALIDAINI FAINNAHU YUNQOTHI U ‘ANHUR RIZQU (Rowahud Dailami)
Artiya :    ” Apabila seorang hamba meninggalkan do’a untuk kedua orang tuanya, maka terputuslah rizqi dari padanya.” (HR. Dailami)

Hadits Tentang Akhlaq
èNVeã9nQuBZmcfj}|;eã9}9FeãäjmüÖQ=Bæ9}9FG~e
LAISYASY SYADIIDA BISURO’ATIN, INNAMASY SYADIIDAL LADZII YAMLIKU NFSAHU ‘INDAL GHODHOBI (Rowahul Bukhori wa Muslim )
Artinya : “ Bukan orang yang kuat itu orang yang kuat bergiulat, tetapi orang yang sungguh kuat yaitu yang dapat menahan nafsunya ketika marah.” (HR. Bukhori dan Muslim)

Hadits Tentang Kejujuran
Äu~fQ_Z&iÅ Ön:ãéeã |9t}=çeãpÀ=çeãéeã|9t}\9JläYÀ\9Jækb~fQ
‘ALAIKUM BIS SIDQI, FAINNAS SIDQO YAHDI ILAL BIRRI, WAL BIRRU YAHDI ILAL JANNAH (Rowahu Mutafaqun ‘alaih)
Artinya : “ Berbuatlah jujur, sesungguh kejujuran itu menuju kepada kebaikan, sedangakan kebaikan itu merupakan sarana untuk mendapatkkan surga”  (HR. Mutafaqun alaih)
Naluri (kata hati) Orang Mukmin
!ä1äik)vãp Àèf^eãu~eãläjÊãpÀCZnu~eãlýjÊãäi=çeãÀf]#Z&Aã
Ä9Mãrãp<Å !q&Yãp@än !ä&YãlãpÀ@änu~fQSfË}lã#s=a pÀ!<9Iò
ISTAFTI QOLBAKA, AL BIRRU MAT MA ANNA ILAIHN NAFSA, WATMA ANNA ILAIHIL QOLBU. WAL ITSMU MAA KHAAKA FII SHODRIKA,WA KARIHTA AY YATHLI’A ‘ALAIHIN NAASU, WA IN AFTAAKANNAASU WA AFTUUKA
Artinya : “ Mintalah nasihat kepada hati nuranimu, kebaikan adalah sesuatu yang membuat hati tenang dan jiwa tentram terhadapnya, sedangkan kejelekan adalah sesuatu  yang membuat hati gelisah dan takut diketahuhi orang lain meskipun orang lain membenarkan perbuatan tersebut”. (HR. Ahmad)
Hadits Tentang  Sifat Dengki
èË2eã <ängaý%äja $änB2eãgaý}9B2eãlýY9B2eãp kaä}ã
Ä8pã8ãqæãrãp<Å
IYYAA KUM WAL KHASADA, FA INNAL KHASADA YA’ KULUL HASANAATI KAMAA TA’ KULUN NAARUL KHATHOBI (Rowahu Abu Dawud)
Artinya : “ Jauhkanlah dirimu dari sifat dengki, karena dengki itu memakan segala kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar.” (HR. Ab Dawud)

Hadits Tentang Buruk Sangka (su’udzan)
ÄkfBirãp<Å +}92eã å;aãlýYpkaä}ã
IYYAKUM WADZ DZONNA, FA INNADZ DZONNA AK DZABUL HADIITS (Rowahul Muslim)
Artinya : “ Jauhilah olehmu berprasangka buruk, karena sesungguhnya berprasangka buruk itu adalah dosa besar.” (HR. Muslim)
Kewajiban Seorang Muslim
?yän.eã Päç%ãpO}=Uã Õ8ä~Qp hwBxäFYü á Cj5kfBjeãéfQkfBUã_1
ÄkfBi p |<ä6çeãrãp<Å GËReã Ö~jF%p ÕqQ9Öæä-üp
HAQQUL MUSLIM ‘ALAL MUSLIM KHOMSUN : IF SYAA US SALAAM, WA ‘IYAA DATUL MARIIDH, WA IT BAA’UL JANAAIZI WA IJAA BATUD DA’ WATI, WATASY MIITUL ‘ATHOSI (Rowahul Bukhori wa Muslim)
Artinya : “ Hak kewajiban seorang muslim terhadap muslim ada lima : menjawab salam, menjenguk orang sakit, mengantarkan jenazah, mendatangi undangan, dan menjawab do’a terhadap orang yang bersin.” (HR. Muslim)
Hadits Tentang  Amanat
Ä3PËeãrãp<Å ueÖmäiãvoUläj}ãv
LAA IIMAANA LIMAN LAA AMAANATA LAHU (Rowahut Thobroni)
Artinya : “Tidak sempurna iman seseorang yang tidak menyampaikan amanat “. (HR.At-Tabrani)
Hadits Tentang Adab Bertetangga
ÄkfBirãp<Å r<ä- h=b~fY =5vã hq~eãpufæoiÒ}läaoi
MAN KAANA YU’ MINU BILLAHI WAL YAUMIL AAKHIRI FAL YUKRIM JAAROHU (Rowahu Muslim)
Artinya : “ Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah memuliakan tetangga. (HR. Muslim)

Hadits Tentang Adab Bertamu
ÄkfBirãp<Å uZ~M h=b~fY =5vã hq~eãpufæoiÒ}läaoi
MAN KAANA YU’ MINU BILLAHI WAL YAUMIL AAKHIRI FAL YUKRIM DHOIFAHU (Rowahu Muslim)
Artinya : “ Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah memuliakan tetangga. (HR. Muslim)
Hadits Tentang Teguh Pendirian
ãqnÊpobepÀk%ýãpÑälãpÀk%oB1ã@änoB1ãlãÀÖRiãka9ob}v
Ä|;iQeãrãp<Å kt&yäAããqçn&.&mã ãpÑälãpÀk&nB1ã@änoB1ãlãÀkbBZmã
LAA YAKUN AHADUKUM IMMA ’ATAN IN AKHSANANNAASU AHSANTUM, WAIN ASAA UU ASA’ TUM, WALAKIN WATTINUU ANFUSAKUM, IN AKHSANAN NAASU AKHSANTUM, WAIN ASAAUU AN TAJ TANIBUU ISAA ATAHUM (Rowahut Turmudzi)
Artinya : "Janganlah seorang diantara kamu menjadi orang yang plin-plan, kalau orang lain baik maka kalian akan menjadi orang yang baik-baik, dan kalau mereka berbuat jelek, kalian juga akan berbuat jelek. tetapi sebaliknya, hendaknya kalian harus teguh pendirian. kalau orang lain baik, maka kalian akan menjadi orang baik-baik,namun sebaliknya kalau mereka berbuat jelek maka jauhilah perbuatan jelek mereka.” (HR. At Turmudzi)

Hadits Tentang Penyayang Kepada Binatang
Ä|<ä6çeãrãp<Å Õ=séY<änÕü=Uã#f58
DAHOLATIL MAR ATUNNAARI FII HIRROTIN
 Artinya : "Ada seorang wanita masuk neraka karena seekor kucing." (HR. Bukhori)




Hadits Tentang
 Beberapa Hal yang Menyelamatkan Manusia
äM=òd9Reãp=^ZeãpénVeãò9J^eãpÖ~mwReãp =BòufÖ~F5Õä~.ni Ö)w)
Äé^t~çeãp3ãPËeãrãp<ÅèNVeãp
TSALAATSUN MUNJIYAATUN KHOSYATULLOHI FISSIRRI WAL ‘ALAANIYATI WAL QOSDU FIL GHINAA WAL FAQRI WAL ‘ADLU FIRRIDLO WAL GHODLOBI (Rowahult thobroni wal Baihaqi)
Artinya : "Ada tiga hal yang dapat menyelamatkan manusia, yaitu takut kepada Allah baik pada waktu sepi atau ramai, berlaku sederhana (tidak tamak) diwaktu kaya atau miskin dan berlaku adil pada waktu tenang atau marah." (HR. Tahbrani dan Baihaqi)
Hadits tentang Taubat
0wYL<ãòuf 9]p rRRæéfQÌ^Aka9oi r9çQÖæq&æ 0=Yãuflã
ÄkfBi p |<ä6çeãrãp<Å
INNALLOHA AFROHA BITAUBATI ‘ABDIHI MIN AHADIKUM SAQOTHO ‘ALAA BA’II RIHI WAQODA ADHOLLAHU FII ARDHI FALAAHIN
Artinya : “ Sesungguhnya Allah lebih suka menerima taubat seorang hamba-Nya, melebihi dari kesenangan seseorang menemukan kembali dengan tiba-tiba untanya yang telah hilang dari padanya di tengah hutan.” (HR. Bukhari Muslim)
Hadits Tentang
Amal Perbuatan Baik (amal sholih)
Ö]9IÖç~ËÖjfbeã
AL KALIMATUT THOYYIBATU SHODAQOTUN
Artinya : " Ucapan yang baik adalah shodaqoh."(HR. Bukhari dan Muslim)
Hadits Tentang Halalnya Binatang Laut
ÄrRUp ceäUãrãp<Å u&&~ig<ã rxäi <qtËqs=2çò
FIL BAHRI HUWATH THOHUURU MAA UHUL HILLU MAITATUHU (Rowahul Maalik wa ghorihi)
Artinya : “ Laut itu suci airnya dan halal bangkainya.” (HR.Malik dan lainnya)

Hadits Tentang Bangkai yang Halal Dimakan
ÄuHoæãrãp<Å 8=:ãp cjBlä&&~i äne #f1ã
UKHILLAT LANAA MAITATAANIS SAMAKU WAL JARODU (Rowahu Ibnu Majjah)
Artinya : “ Dihalalkan bagimu dua macam bangkai yaitu ikan dan belalang .“ (HR. Abnu Majjah)

Hadits Tentang
Larangan Makan Binatang yang berkuku Tajam
 ÄkfBirãp<Å=~Ëoièf6i |:gaoQkfApu~fQuf$Iéçneãétm
NAHAAN NABIYYI SHOLLALLOHU 'ALAIHI WASALLAM ‘AN KULLI DZI MIKHLABIM MINATH THOIRI (Rowahu Muslim)
Artinya :” Rosululloh saw.melarang makaan binatang yang berkuku tajam.” (HR. Muslim)

Hadits Tentang Binatang yang Boleh Dibunuh Karena Membahayakan atau Merusak
kfAp u~fQuf$IufdqA<dä] #eä] ätnQ uféM< ÖFyäQoQ
èfbeãp Õ<ýZeãpS^ævãåã=Veãp Ö~2eã h=<ãp g2eãéY of&^}_AãqYCj5
ÄkfBirãp<ÅÕü92eãp<q^Reã
‘AN AAISYAH RODLIYALLOHU 'ANHA, QOOLAT : QOOLA ROSULULLOHI SHOLLALLOHU ‘ALAIHI WASALLAM, KHOMSUN FAWAASIQU YUQTALNA FIL HILLI WAL HAROMI AL KHUYYATU WAL GHUROOBUL ABQO U WAL FA’ ROTU WAL KALBUL ‘UQUURU WAL KHIDA ATU (Rowahu Muslim)
Artinya :” Dari Aisyah ra., Rosululloh saw., bersabda, lima macam binatang jahat hendaknya dibunuh, baik di tanah halal maupun di tanah haram  yaitu ular, gagak, tikus, anjing, dan burung elang.” (HR, Muslim)
Hadits Tentang
4 Macam Binatang yang Haram Dimakan
Karena Dilarang Membunuh
 Öfjnåãp9oiSæ<ãg&]oQkfApu~fQuf$IufdqA< étmìá@äçQoæãoQ
ÄrRU p 9Mãrãp<Å 8=Jp 9s9teãp Öf2np
‘ANIBNI ABBAAS : NAHAA ROSULALLOHU SHOLLALLOHU 'ALAIHI WASALLAM ‘AN QOTHLI ARBA’I MINAD DAWAABIN NAMLATI WAN NAKHLATI WAL HUD HUDI WAS SURODI (Rowahu Ahmad Waghoirihi)
Artinya : " Dari Ibnu Abbas : " Nabi saw., telah melarang membunuh empat macam binatang : semut, tawon, burung hud-hud dan burung surodi." (HR. Ahmad dan lainnya)



Hadits Tentang
Binatang yang Haram Karena Bertaring
Ä|;iQeã pkfBirãp<Å  hã=1 PäçBoiåäm|:ga
KULLU DZI NAABIN MINAS SIBAA’I KHAROOMUN (Rowahu Muslim wa Turmudzi)
Artinya : " Semua binatang buas yang bertaring haram memakannya". (HR. Muslim dan Turmudzi)

Hadits Tentang
Binatang yang Haram Karena Berkuku Tajam
ÄkfBirãp<Å =~Ëoi èf6i|:gaoQkfApu~fQuf$I,neãétm
NAHAAN NABIYYI SHOLLALLOHU 'ALAIHI WASALLAM ‘AN KILLI DZII MIKHLABIM MINATH THOIRI (Rowahu Muslim)
Artinya : " Rosululloh saw., melarang memakan burung yang mempunyai kuku tajam." (HR. Muslim)






PENUTUP

Alhamdulillah buku ringkasan hadits-hadits untuk pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Madrasah Ibtidaiyah telah selesai. Semoga buku ini bermanfaat dalam pelaksanaan pembelajaran Agama Islam di Madrasah Ibtidaiyah pada khususnya dan pendidikan dasar pada umumnya. Dan tidak menutup kemungkinan buku ini juga dapat dimanfaatkan oleh para pembaca demi untuk menambah pengetahuan tentang Hadits Nabi SAW sebagai bekal meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT.
Dalam penulisan ringkasan hadits dalam buku ini masih banyak kekurangan, oleh karena itu kritik atau saran yang bersifat membangun sangat penulis harapkan.







DAFTAR PUSTAKA
  1. Departemen Agama RI, Al qur’an dan terjemahan, Jakarta: 2002
  2. Assidiqie Hasbie, Sejarah dan Pengantar Ilmu Hadits, Semarang: Pustaka Rizki Putra, 1998
  3. Dja’far Amir, Mustholah Hadits,Semarang : Toha Putra.1970
  4. Shohih Muslim
  5. Shohih Bukhori
  6. Buku Paket Kelas III, IV, V, VI


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar